INDONESIA-BLOGGER
iklan banner
iklan banner

Secangkir teh

Sebelum trading

Selamat datang di blog kami

Kebahagiaan tidak saja kita rasakan saat kita menerima, tetapi kebahagiaan yang lebih besar akan kita rasakan saat kita memberi.

4/07/2016

PORTOFOLIO BISA DIBIKIN LUWES

Para Komunitas Investa, Nasabah2 BNI Securities semarang dan Pembaca yang budiman,

IHSG ternyata mampu bertahan terhadap pengaruh penurunan bursa global dan regional. Walaupun naik tipis2 tapi itu lebih baik karena kenaikannya terukur dan tidak terlalu volatile. Penyokong IHSG sektor Perbankan memang akhir2 ini tidak terlalu agresif baik naik atau turunnya, padahal sektor perbankan mempunyai bobot besar tehadap perhitungan IHSG.
Menurut pendapat saya saham Bank memang agak berat terutama smester pertama tahun ini. Tren penurunan suku bunga tentu punya pengaruh besar bagi Bank karena Bank mesti menyesuaikan terhadap anggaran2 serta melakukan strategi2 lain agar Laba nya tetap bisa tumbuh.

Peraturan tentang pelaporan Kartu Kredit juga mempunyai pengaruh tentunya bagi perbankan karena para pengguna kartu kredit kemungkinan akan mengurangi transaksi dalam "gesek menggesek". Maklum kebanyakan orang2 kita masih sungkan untuk diketahui  situasi keuangan pribadinya. Jadi mungkin bisnis kartu kredit juga akan berat sementra ini. Itulah kenapa saya pribadi mengurangi bobot saham Bank terhadap portofolio saya, dari 15% menjadi krang dari 10%. Portofolio memang sebaiknya dibuat luwes untuk menyesuaikan kondisi dan situasi terbaru karena bursa ini kan tidak bersifat kaku.

Saya sementara ini lebih senang  trading dengan mengikuti informasi2 yang terhangat seperti gejolak harga Minyak dan Aksi Korporasi serta kegiatan2 Emiten yang sedang terjadi. Tentu dengan informasi yang ada kita mesti mampu membuat suatu analisa tentang dampak dari suatu informasi tersebu.
Contoh yang paling terbaru dan saat ini saya sedang mencoba mencari "keberuntungan"  dari saham MEDC, BWPT, ELSA , HMSP.

Kita tau dari berita2 media bahwa grup MEDC sedang melakukan pembicaraan2 untuk membeli saham Newmont penghasil emas itu. Sederhana saja analisanya kalau memang ini bisa terealisr maka akan mempunyai dampak positif terhadap MEDC kedepan, 
BWPT masih hangat tentang pembicaraan jadi tidaknya di akuisisi oleh perusahaan Malaysia, simpang siurnya berita menjadi seni tersendiri terhadap harga saham BWPT. Ini bisa menjadi peluang trading yang mengasikkan tentu dengan segala resikonya kalau sampai gagal diakuisisi maka kemungkinan harga bisa jatuh lagi, tapi kalau teralisir bisa jadi harga 300 buat BWPT bukan mustahil.

ELSA itu kita tau sangat sensitif terhadap harga Minyak mentah dunia yang juga sedang berayun ayun naik turun sulit diprediksi karena antara pertumbuhan ekonomi, cadangan minyak dan produksinya sendiri. Jika harga minyak naik maka harga saham sektor minyak termasuk ELSA dan INDY akan ikut arus dan sebaliknya, jadi cukup sederhana. Hanya yang sulit menebak harga minyaknya itu lho....

HMSP dengan berita Aksi Korporasi untuk melakukan Stock Split 1 : 25 maka saham ini punya potensi menguat karena setelah stock split akan menjadi saham yang likuid.

Buat teman2 yang berminat ikut pelatihan Investor tgl.9 April 2016 di Hotel Ciputra Semarang silahkan mendaftarkan diri via email investa.p3m@gmail.com pin BB kami. Kami akan berbagi pengetahuan dan pengalam trading serta membedah modus bandarmologi secara gamblang. 
Semua peserta pelatihan akan kami masukkan ke GRUP WA INVESTA khusus sehingga kami selalu bisa melakukan pendampingan secara berkesinambungan.

Semoga semuanya bisa bermanfaat dan sukses selalu untuk kita semua.

Salam,

INVESTA
Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

4/04/2016

PELATIHAN INVESTOR DI SEMARANG

Para Pembaca dan Nasabah BNI Securities yang budiman,

Guna memberikan pencerahan khususnya kepada para Investor / Traders dalam melakukan investasi  melalui transaksi perdagangan Saham di Bursa Efek, maka kami LP3M INVESTA akan menyelenggarakan PELATIHAN Investor:

MATERI PELATIHAN:

1. Strategi Trading ala Investa

2.  Mengenal Jurus Bandarmologi

3. Aksi Korporasi Emiten dan pengaruhnya terhadap harga saham.

4. Diskusi Fundamental dan Teknikal Analisis (sesuai wkt yg tersedia)

5. Bonus Saham Pilihan Tim INVESTA.

JADWAL & TEMPAT PELATIHAN

Pelatihan Hari SABTU TGL.9 APRIL 2016 
Tempat : Hotel Ciputra Simpang Lima Semarang
Jam     : 8.30 sd 16.30

FASILITAS : Materi. 2 kali Coffee Break dan 1 Kali Makan siang.

BIAYA : Rp.300.000,- per peserta.

PENDAFTARAN :
Melaui Email: investa.p3m@gmail.com
Kantor Sekreatiat: Thamrin Square B.5 Semarang Tlp.024.3566414 - 3566415 - 3566418 HP.087832826865.

SETELAH MENGIKUTI PELATIHAN INI DIHARAPKAN INVESTOR:

1. Bisa merencanakan dan melaksanakan trading dengan baik.
2. Bisa melakukan pemilihan saham2 yang terbaik
3. Menata portofolio masing2 sesuai keinginan investor
4. Bisa mengidentifikasi Saham Gorengan 
5. Memahami Right Issue, Waran, Saham Bonus, Deviden Saham, Deviden Tunai
6. Menghitung Harga Teoritis setelah Aksi Korporasi Emiten.
7. Memahami System perdagangan saham
8. Mengerti Dasar2 Fundamental dan Teknikal Analisis (menyesuaikan waktu).

Pendaftaran ditunggu paling lambat Tgl.7 April 2016.

Semoga bermanfaat.

Salam 

Hari Prabowo (INVESTA)

3/31/2016

INGAT INI AKHIR MARET

Para Komunitas Investa, Nasabah2 BNI Securities semarang dan Pembaca yang budiman,

Sebagaimana ulasan saya  bahwa penurunan IHSG yang lalu tidak usah ditanggapi berlebihan karena memang tidak ada yang serius gitu lho... Kondisi masih aman2 saja jadi kalau terjadi koreksi ya itu biasa2 saja dan menjadi peluang kita untuk melakukan BOW (Buy On Weakness). Kemarin IHSG kembali menghijau 0,7% pada posisi 4816 didukung saham2 perbankan yang sebelumnya "ambil napas" sejenak.  

Saham-saham Blue Chip bervariasi yang naik maupun turun seperti HMPS, SMGR, mengalami tekanan turun tapi sebagian besar seperti GGRM, ASII, TLKM, ISAT, INDF, BBRI, BBCA mengalami kenaikan. Saham2 BC ini memang sangat efektif untuk menjadi "pengatur" IHSG. karena memang punya bobot yang tinggi terhadap perhitungan IHSG. Buat trader / investor yang demen saham2 BC malah bisa tradingkan dengan baik, caranya lakukan pertukaran atas saham2 ini. 
Saham2 kategori ini menurut saya hanya masalah waktu saja...bila sedang tertekan turun malah saya sering lakukan spekulasi buy karena tidak butuh waktu lama biasanya "diangkat" lagi keatas.

Kenapa begitu?? Saham2 BC ini adalah perusahaan yang telah mapan, solid, kinerjanya rata2 bagus. Apalagi hampir semua Reksa Dana saya kira dalam portofolionya mempunyai Saham2 BC tersebut, sehingga mereka akan mempertahankan agar tidak sampai jatuh berat. Jadi kalau kita sedang mempunyai saham tsb dan harganya sedang turun tidak usah risau, ini masalah waktu saja untuk kembali naik. Namun kita juga tidak boleh gegabah asal beli saja, harus punya strategi yang baik sehingga bisa lebih optimal hasilnya.

Salah satu motto Trader itu "Waktu adalah Uang" jadi akan lebih efektif kalau kita "membeli pada saat harga cenderung mulai naik" dan "menjual ketika harga mulai cenderung turun". Sebagian trader melakukan "pembelian ketika harga murah" dan "menjual ketika harga naik tinggi". Tau bedanya kan...??
Tentu masing2 trader punya kesenagan cara transaksi masing2, silahkan saja. tapi saya dengan melakukan pola strategi yang pertama ternyata hasilnya lebih baik dan saya jarang sampai menyimpan lebih dari dua bulan.

Saham Lapis dua dan tiga juga mengasyikkan buat trading sepenjang kita bisa memilih dengan tepat dan waktu yang tepat pula maka hasilnya juga tidak kalah dengan saham BC. Tapi saham2 ini juga mempunyai resiko yang lebih besar sehingga cara milih dan tradingnya juga harus lebih khusus.

Beberapa saham BC yang sedang tertekan adalah SMGR, HMSP dan UNVR dalam 3 hari terakhir ini. Trader Asing nampaknya sedang melakukan tekanan berat terhadap saham2 tersebut. Saya pribadi mulai siap2 untuk menampung jika asing sudah mulai reda karena mereka punya julah saham pasti ada batasnya.
Jika sinyal pantulan sudah mulai nampak itulah saat kita masuk ke saham2 tersebut, jadi saya tidak terlalu konsen dengan berapa harga "termurahnya".
He..hee tau maksudnya kan?

Saham lapis dua dan tiga yang masih saya sukai untuk trading dan masa akumulasi  (istilah bandar he..hee) yaitu DSFI  ELSA  BWPT. GJTL CTRA PPRO dan KIJA.
Hari ini tutup bulan, biasanya harga2 saham BC akan diangkat untuk memperbaiki nilai NAB bagi Reksa Dana, silahkan cermati saham2 terbaik anda.

Semoga kita selalu mendapatkan yang terbaik. Amin

Yang mau gabung di grup WA INVESTA kami masih ada kuota 10 orang lagi karena kami akan melakukan evaluasi supaya efektif. 


Salam,

INVESTA
Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

3/29/2016

TETAP ADA PILIHAN TRADING

Para Komunitas Investa, Nasabah2 BNI Securities semarang dan Pembaca yang budiman,

Awal pekan hari Senin kemarin IHSG melemah 1,1% diposisi 4.773.  ini merupakan  indek terendah sejak 1 Maret 2016. Asing net sell 487 M sedangakan nilai Rupiah juga melemah menjadi Rp.13.323 terhadao US $.  ada 208 saham yang mengalami penurunan harga dan  hanya 81 saham yang harganya naik, hanya dua sektor yaitu pertanian dan pertambangan yang naik.

Bagaimana hari ini masihkan IHSG akan turun?? ada analis Teknikal yang memprediksi IHSG selasa masih berpotensi turun kelmbali menguji support 4700.
Namun saya menilai masih ada peluang IHSG bisa menguat terbatas, hal ini karena ada kemungkinan ada dampak positif dengan rencana diumumkannya Paket Ekonomi jilid XI hari ini. Biasanya cenderung pelaku pasar mempunyai harapan yang lebih baik. Siapa tau ada kejutan dari paket tersebut?

Berharap pelemahan Rupiah tidak menembus 13.500 karena bisa menimbulkan spekulasi dari pelaku pasar sehingga bisa memperparah keadaan. Disisi lain pelemahan rupiah yang terukur bisa menaikkan eksport kita. Idealnya Rupiah dilevel 13.000. 
Beberapa kalangan perbankan sudah mulai menurunkan suku bunga kreditnya tentu ini sangat positif bagi debitur / penghutang Bank termasuk hampir sebagian besar emiten mempunyai hutang bank. Penurunan bunga kredit akan menurunkan beaya bunga bagi emitene.

Rencana penurunan harga BBM per 1 April nanti juga mempunyai dampak positif bagi kalangan usaha dan masyarakat karena bisa menekan beaya operasional meningkatkan daya beli. Sehingga penurunan IHSG sepertinya tidak perlu ditanggapi secara berlebihan, sampai saat ini saya menilai masih dalam batas kewajaran karena kalau dilihat dari awal tahun IHSG kita sudah naik cukup tinggi dibanding bursa yang lain.

Lantas tarading apa hari2 ini ?? sebagai traders nampaknya tidak tdak ada "tantangan" kalau tidak trading harian he..hee. Profit and Loss nampaknya sudah biasa bagi traders sejati. Kalau saya melihat dari pengamatan saya terhadap transaksi kemarin ada beberapa saham yang bisa digunakan untuk obyek trading dengan cara BOW Beli kalau sedang turun karena berpotensi naik cepat kembali.  Saham2 tersebut adalah' MPPA, INCO, BWPT, SMGR, GJTL, PGAS, ELSA,. Tujuh saham ini yang menjadi konsen saya buat trading lebih cepat lebih baik dengan strategi BOW tadi. Dengan target antara 1% sd 2% harian cukup bagus untuk konsisi saat ini, jadi jangan terlalu tamak saat kondisi pasar dalam tekanan IHSG.

Terima kasih juga saya ucapkan kepada Anggota KLINIK INVESTA yang telah bergabung di Grup WA Klinik Investa semoga tim medis kami bisa membantu dengan segala kemampuannya baik dalam proses edukasi maupun pendampingan untuk mengoptimalkan portofolio anggota.

Bagi anggota grup WA Investa kami juga tetap berusaha sharing bersama agar kita sebagai investor perorangan bisa lebih cerdas dan lebih profit tentunya.

Salam,
INVESTA
Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

3/23/2016

ANTARA KINERJA MASA LALU DAN PROSPEK MASA DEPAN

Para Komunitas Investa, Nasabah2 BNI Securities semarang dan Pembaca yang budiman,

Akhir bulan Maret 2016 ini merupakan batas akhir pelaporan Laporan Keuangan Emiten untuk smeter IV (Desember 2015). Sudah sebagian besar perusahaan yang mempublikasikan di media maupun melalui Web BEI. Ini merupakan Informasi penting yang layak dicermati dan dianalis oleh investor untuk mengetahui kinerja masing2 emiten. Sebab dari kinerja  ditambah prospek perusahaan itulah kita bisa membuat proyeksi kedepan  sehingga kita bisa memutuskan pada akhirnya bahwa kita akan melakukan investasi pada saham
tersebut atau tidak.

Kemampuan membuat analisis secara Fundamental inilah yang mestinya harus dipahami oleh seorang investor. Fundamental analisis setidaknya mengkaji tentang ratio2 keuangan seperti PER, EPS, DER, ROI, PBV dll. Kita juga mesti melihat pos2 dalam Neraca maupun Daftra Laba Rugi perusahaan, sebab ada kalanya kita kurang jeli melihatnya dan bahkan kebanyakan hanya melihat besarannya saja misalnya hanya dilihat Laba atau Rugi dan EPS saja.
Kita mesti tahu lebih detail melihatnya misalnya asal Laba atau Rugi perusahaan, karena Laba yang besar kalai asalnya dari penjualan aktiva tetap itu tidak mencerminkan laba yang sesungguhnya. Masih banyak yang lain untuk dipelajari bersama.

Beberapa hari lalu misalnya kita melihat penurunan harga saham MPPA, INCO, BSDE dan PGAS, hal itu ternyata dipengaruhi oleh penurunan Laba perusahaan pada th.2015. Disisi lain kita juga melihat saham BBTN yang cemerlang naiknya dibanding Bank2 yang lain, ternyata Laba BBTN naik signifikan di tahun 2015 (hal ini sering saya ulas dan BBTN satu2nya Bank yang kami masukkan dalam Daftar Saham Pilihan yang saya rilis 23 Januari lalu).

Yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kita bisa menentukan PROSPEK emiten karena itu justru yang lebih menentukan tingkat keberhasilan kita. Laporan Keuangan itu mencatat kinerja "masa lalu" sedangkan kita butuh bagiomana kondisi perusahaan yang akan datang bukan??
Tentang PROSPEK ini kita bisa memilah milah dari berita / informasi yang ada seperti kebijakan Pemerintah, harga komoditas, nilai mata uang, ekonomi makro secara global dan internal dll sehingga kita bisa mengetahui prospek yang paling menarik.

Bisa saja suatu perusahaan yang masa lalunya buruk tetapi prospek kedepannya bagus atau sebaliknya. Jadi dengan mengetahui Kinerja masa lalu dan Prospek perusahaan yang akan datang kita tentukan mana2 saham pilihan kita.
Untuk silahkan berburu informasi agar kita bisa membuat kajian tentang suatu Propek.

Tidak lengkap nih kalau gak kasih MENU PAGI untuk beberapa hari kedepan he..hee. saya punya menu SMGR, JPFA, CPIN, CTRA, BSDE, KAEF dengan harga2 close kemarin cukup menarik buat saya.
Saham2 yang sering saya buat arena trading seperti DSFI, ELSA, BWPT dan INDY dan telah saya infokan lewat grup WA INVESTA telah memberikan hasil yang lumayan kemarin. Selamat buat yang profit dengan saham2 tersebut.

Salam,

INVESTA
Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

3/21/2016

TENTANG UMA (UNUSUAL MARKET ACTIVITY)

Para Komunitas Investa, Nasabah2 BNI Securities semarang dan Pembaca yang budiman,

Sehubungan dengan beberapa teman komunitas INVESTA yang menanyakan tentang bagaimana terjadinya UMA (Unusual Market Avtivity) yang menurut Peraturan BEI pengertiannya yaitu "aktivitas perdagangan dan atau pergerakan harga suatu efek yang tidak biasa pasa suatu kurun waktu di Bursa yang yang menurut penilaian Bursa  berporensi mengganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien"

BEI itu mempunyai divisi pengawasan yang antara lain mengawasi setiap transaksi efek yang terjadi di Bursa. Jadi kalau ada transaksi saham yang diluar kebiasaan misalnya harganya meningkat / turun dengan tajam dalam kurun waktu tertentu maka pihak Bursa bisa menerbitkan UMA tadi. Saham yang terkena UMA biasanya dilakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangannya di Bursa.

Ketika dilakukan penghentian perdagangan ini pihak Bursa akan menanyakan atau meminta informasi  kepada pihak Manajemen Emiten saham yang bersangkutan tentang adanya informasi penting atau aksi korporasi tertentu dari emiten tersebut atau kejadian lainnya yang mengakibatkan harga sahamnya naik / turun secara signifikan dalam waktu tertentu (lebih tepatnya waktu singkat).

Maksudnya agar investor bisa mencermati dulu kenapa harga saham tersebut naik / turun signifikan dalam waktu singkat, karena harga saham bisa naik atau turun secara siginifikan antara lain jika terdapat suatu "infomasi penting". 
Nah jika itu yang terjadi maka seharusnya pihak Manajemen Emiten wajib mengumumkan secara terbuka tentang informasi atau kejadian penting tersebut melalui Bursa.

Bagaimana jika memang tidak terjadi kejadian penting dari pihak Emiten? Semua akan dikembalikan kepada keputusan investor masing2 apakah tetap akan memburu saham tersebut atau berhenti melakukan aksi beli.
Jadi UMA ini bukan berarti terjadi suatu pelanggaran dari pihak Emiten tetapi untuk melakukan klarifikasi agar investor mengetahui "penyebab" haraga saham bisa naik atau turun secara signifikan tadi.

Kita tau bahwa akhir2 ini ada beberapa saham yang masuk dalam kategori UMA seperti WINS, INDY, ELSA, ERRA, NIKL dimana harga sahamnya mengalami kenaikan yang yang sangat besar dalam jangka pendek.
Saya kira kita memang harus waspada sebagai investor agar tidak "terjebak" suatu saham yang kemungkinan terjadi "penggorengan" oleh bandar yang pada akhirnya bisa merugikan investor.

Kita masih ingat apa yang terjadi dengan saham antara lain SIAP, TRAM, KARK, INVS, BLTA dimana saham2 tersebut pernah mengalami kenaikan harga yang diluar kebiasaan dan dengan nilai transaksi yang meyakinkan, tetapi apa yang terjad?? hanya pepesan kosong dan merugikan investor pada ujungnya karena harga sahamnya jatuh parah bahkan ada yang sampai saat ini tidak tau lagi nasib sahamnya karena sudah berlama lama tidak dibuka perdangangannya dikarenakan beberapa ketentuan Bursa tidak bisa dilakukan oleh emiten tersebut. 

Namun disisi lain kalau memang kenaikan suatu saham tersebut didukung oleh alasan yang memang masuk akal maka saham tersebut berpotensi melanjutkan kenaikan jika memang alasannya positif atau sebaliknya.
Sebagai contoh kenapa saham WINS, ELSA, INDY dan MEDC naik kenceng akhir2 ini? menurut saya alasannya sangat masuk akal yaitu karena harga minyak mentah dunia naik lumayan setelah mengalami kejatuhan beberapa hari yang lalu bukan??. 
Saham2 tersebut adalah dari sektor yang sangat erat hubungannya dengan Minyak sehingga emiten akan sangat diuntungkan ketika harga minyak naik kembali.    

Jadi kepada investor yang saat ini memegang saham sektor minyak tersebut tidaklah terlalu khawatir dengan terjadinya UMA karena jika harga minyak masih bisa bertahan dilevel $ 39 atau bahkan diatas $ 40 maka  masih punya potensi naik kembali jika perdagangannya dibuka kembali oleh Bursa.
UMA memang sering terjadi atas saham2 lapis dua dan tiga karena memang kenaikan beberapa poin secara presentase (%) akan sangat berarti.

Demikian sekedar tambahan penjelasan dari saya bagi rekan2 komunitas investa semoga bermanfaat.

Salam,

INVESTA
Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

3/17/2016

MASIH BUTUH SINYAL UNTUK MENGETAHUI PASAR MENUJU BULLISH

Para Komunitas Investa, Nasabah2 BNI Securities semarang dan Pembaca yang budiman,

Perjalanan IHSG kemarin dalam kisaran ring yang sempit walau akhirnya ditutup naik 0,24% diposisi 4861. Sekalipun demikian bursa kemarin di warnai kenaikan saham2 Lapis 3 (tiga)  yang spektakuler  seperti SMMT, CNKO,  EMDE, DAJK, DOID, INPC, DGIK, FREN yang naik 5% sd 34% dalam sehari !!.
Seperti saya tulis dalam ulasan saya terakhir yang lalu bahwa Saham2 Lapis Tiga memang berpotensi untuk mendapatkan keuntungan / hasil yang besar dari sisi presentase (%). Hal tersebut karena dengan harga yang rendah maka setiap kenaikan beberapa point otomatis membuat presentase menjadi tinggi, misalnya saham harga Rp.70 naik  menjadi Rp.80 itu sudah naik 14%.

Hanya saja jumlah transaksi  Saham Lapis Tiga ini rata2 volume sahamnya tidak banyak sehingga bila kita akan membeli dalam jumlah banyak belum tentu bisa terpenuhi. Ini berbeda kalau kita main di Saham Blue Chip dengan harga diatas Rp.5000 kenaikan dari sisi nilai Rupiah bisa besar tetapi presentase tidak terlalu besar.

Bermain main Saham kecil memang bukan tindakan yang salah sepanjang dilakukan dengan penuh perhitungan dan pertimbangan yang cermat karena dibalik potensi kenaikan yang spektakuler ada ancaman resiko yang gede pula lho...Semoga anda tidak pernah merasakan saham anda dibawah AR Kiri sampai batas bawah alias Rp.50. (Kiat memilih sahal lapis tiga silahkan baca tulisan saya yg lalu).

Menurut pengamatan saya ketika IHSG menuju kearah bullish  biasanya di awali penguatan saham2 Blue Chip terlebih dahulu dan ketika saham BC sudah mulai jenuh beli maka transaksi akan beralih ke saham2 lapis tiga sehingga saham lapis tiga akan mencapai puncaknya. 
Yang perlu diperhatikan lagi setelah saham saham lapis tiga tadi jenuh beli maka IHSG dalam konsolidasi dan sementara stagnan sebelum melanjutkan kembali naik yang dimulai lagi dari Saham BC atau justru sebaliknya akan terjadi koreksi turun kembali.

Bagaimana konisi Bursa dalam dua hari ini ? Prediksi saya IHSG dikisaran 4850 sd 4910. Musim semi saham2 dengan harga dibawah Rp.500,- nampaknya masih akan berlangsung, karena masih ada beberapa kelompoknya  yang masih tidur pules di klas Rp.50 yang belum bangun. Namun saya kira ada juga saham2 dari grup tertentu yang susah bangun karena memang kinerjanya yang sakit berat dan dimata investor sudah kehilangan pamornya.

Berita Makro bahwa the FED belum akan menaikkan suku bunganya dan harga minyak mentah mengalami kenaikan  5% dilevel $ 38,58 demkian pula harga emas naik lebih 2%. Maka ini juga potensi bahwa IHSG akan bisa menguat dan kembali saham berbasis pertambangan khusunya minyak dan energi boleh diperhatikan seperti:  ELSA, INDY, MEDC, ADRO, INCO, PTRO , WINS.

Pilihan saham lain dengan melihat "pola" transaksi kemarin sore maka saya tertarik untuk SMGR, UNVR, CTRA, AISA, buat simpenan minggu depan dengan target 2% sd 3% lumayan.

Buat pembaca yang akan bergabung di grup WA INVESTA silahkan daftar nomernya via email kamiinvesta.p3m@gmail.com  dan admin kami akan mengundang secara bertahap. Grup WA INVESTA ini bertujuan sebagai media sharing bersama saja untuk sesama investor.

Semoga bermanfaat.

Salam.

INVESTA
Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

3/15/2016

Potensi DAJK setelah rencana akusisi 4 perusahaan





 

DAJK setelah terpuruk dengan berita terbakarnya pabrik, mulai terlihat pantulan saham ini, boleh berharap DAJK menuju target terdekatnya di level 225.
 rencana bisnis DAJK, akan masuk bisnis ritel melalui DAJK portalindo, akuisisi kemasan fleksible 70%, akan akuisisi 4 perusahaan sejenis sampai akhir 2016, pembangunan pabrik corrugated carton 120.000 metrik ton selesai januari 2017, target ekspor 20% di 2016, out put 2016 8000ton/bulan target 2016 48.000 ton/bulan. pelanggan utama ciptasrigati lestari ( voucher hp), ABC president indonesia.

Bila anda berminat memiliki e-book di sebelah ini anda dapat menghubungi penulis di email penulis Kwartisah@gmail.com.
e-book ini berisi tentang tuntunan praktis beserta catatan trading  penulis yang hampir 11 tahun mengarungi bursa saham.
Waktu adalah pengorbanan yang termahal, belum lagi dengan mahalnya pengorbanan menghabiskan dana berjuta-juta rupiah atau mungkin beratus-ratus juta rupiah yang dihabiskan untuk menerapkan sistem trading yang tidak sebetulnya perlu, seperti yang penulis dulu alami, dengan mempelajari  e-book ini, anda dapat mempersingkat waktu anda, menghemat pengeluaran anda untuk tidak menerapkan sistem try and error dalam memperoleh sitem trading yang terbaik.
e-book ini tidak berisi tentang dasar-dasar teori teknikal analisis yang banyak terdapat dalam buku-buku yang sebelumnya pernah anda baca, tetapi lebih kepada penerapannya di "neraka" bursa saham.
Anda akan mendapatkan tuntunan praktis, mudah, dan sederhana, untuk memahami gejolak market, dan bagaimana memanfaatkan gejolak tersebut untuk mendapatkan profit maksimal.

3/14/2016

KIAT MEMILIH SAHAM LAPIS TIGA

Para Komunitas Investa, Nasabah2 BNI Securities semarang dan Pembaca yang budiman,

Di BEI dikenal saham2 berkapitalisasi besar, menengah dan kecil. Dikatakan besar jika kapitalisanya diatas  5 triyun, menengah jika antara 1 trilyun sd 5 trilyun dan kecil dibawah 1 trilyun. Kapitalisasi adalah jumlah lembar saham suatu perusahaan dikalikan harga pasar sahamnya.  
Saham kategori kapitalisasi kecil juga sering dinamakan saham LAPIS TIGA, biasanya saham lapis tiga ini kisaran harga nya dibawah Rp.200,- per lembar dan jumlah sahamnya tidak terlalu banyak. Bagaimana saham kapitalisasi ini terbentuk? antara lain karena harga awalnya saat Go Publik memang ditetapkan relatif murah dan volumenya kecil. Atau dulunya harganya tinggi tetapi karena kinerja perusahaannya merugi maka harga sahamnya cenderung turun dan akhirnya menjadi kecil/rendah.

Apakah Saham Lapis Tiga layak dibuat sebagai saham pilihan?? Dengan mencoba memahami pengertian tersebut diatas maka jawabannya tergantung pada prospek kinerja perusahaannya. Karena kalau kita salah memilih sahamnya maka bukan tidak mungkin dana kita malah ludes, tetapi sebaliknya jika kita tepat pilihan sahamnya maka kemungkinan dana kita akan cepat naik berlipat dalam waktu relatif singkat.

Karena harga saham lapis tiga ini rendah (misal dibawah Rp.200 per lembar) maka tidak heran jika kita bisa mendapatkan keuntungan secara presentase sangat besar. Hitung saja kalau kita beli saham harga Rp.150,- dan dalam tiga hari naik menjadi Rp.160,- itu artinya naik 6,6% !! Jadi kalau ada diantara kita merasa mendapatkan keuntungan sebesar 5% sd 10% dalam hitungan hari tentu sangat mungkin, 

Namun untuk "bermain" saham lapis tiga ini sebaiknya memperhatikan  antara lain:
1. Pilih saham dari perusahaan yang sudah cukup lama Go Publik misalnya lebih tiga tahun karena kita bisa melihat historisnya.

2. Mempunyai kinerja yang baik dari sisi Fundamental baik dari sisi PER, PBV serta pertumbuhan penjualannya.

3. Sektor usahanya tidak sedang jenuh sebaliknya sedang menjadi prioritas.

4. Kalaupun kinerja perusahaan "pernah" merugi tetapi saat ini sedang mulai mengalami proses pemulihan dan masih mempunyai "prospek"  kedepan.

5. Harga sahamnya secara historis telah mengalami kejatuhan lebih dari 50% dalam setahun terakhir.

6. Bukan saham yang sedang dalam "penggorengan" sng bandar.

7. Jumlah saham yang dimiliki publik lebih 30% dari jumlah seluruh sahamnya.

8. Pemegang saham pengendali merupakan pihak yang dikenal sebagai pebisnis profesional termasuk jajaran Direksinya tidak mempunyai catatan buruk.

9.  Perusahaan tidak pernah dikenakan sanksi baik oleh pihak Bursa maupun OJK dan taat mempublikasikan Laporan Keuangan maupun informasi penting lainnya sekalipun dalam kondisi sedang merugi.

10. Termasuk perusahaan yang mendapat kemudahan atau nilai lebih dari suatu kebijakan.

Selain itu kita harus maklum kalau saham2 lapis tiga ini rawan untuk dilakukan penggorengan oleh bandar, tetap jika saja perusahaan mempunyai kinerja yang baik atau prospek yang bagus saya kira tidak perlu khawatir karena lambat atau cepat harga sahamya cenderung naik kembali. 

Saat ini saya mempunyai beberapa saham pilihan untuk Lapis Tiga yang bisa dikoleksi dengan target harga dalam 2 bulan kedepan sebesar 5% sd 10% (Disclaimer) karena sifatnya proyeksi. Saham2 tersebut antara lain:

* DSFI         target 143 
* WINS        target 170    
* BULL         target  105 
* DGIK         target 71
* BHIT          target 176

Sementara baru saham2 tersebut hasil kajian saya, bila nanti ada temuan baru akan segera saya tambahkan.  
Tentu kita juga paham mengingat jumlah saham tersebut jumlahnya tidak terlalu banyak maka kitapun biasanya hanya bisa mendapatkan jumlah yang terbatas.
Saham lapis tiga juga membutuhkan kesabaran yang tinggi untuk menunggu harga sesuai target kita.

Salam,

INVESTA
Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

3/12/2016

Potensi saham WINS

WINS pul back dengan volume, ZP cukup banyak mengumpulkan saham ini, bisa berharap dengan target terdekat 250an, saham WINS biasanya berkorelasi dengan harga minyak, walaupun tak langsung.

Bila anda membutuhkan tuntunan trading yang terdapat dalam e-book disebelah ini, anda dapat menghubungi BBM penulis yang baru di 5995B6A2 atau lewat email penulis di Kwartisah@gmail.com.
e-book ini berupa tuntunan trading cepat, mudah, dan sederhana, untuk memahami gejolak market, dan bagaimana memanfaatkan gejolak tersebut untuk mendapatkan profit maksimal.
Tidak perlu bertahun tahun untuk memahami pasar saham karena semuanya sudah dijabarkan dengan ringkas dan mudah, berdasarkan pengetahuan dan pengalaman penulis melantai 11 tahun di bursa saham. 

3/10/2016

TRADING SAHAM SEKTOR MIYAK, NGERI2 SEDAAAP

Para Komunitas Investa, Nasabah2 BNI Securities semarang dan Pembaca yang budiman,
Sebagaimana yang sy "harapkan" koreksi atas IHSG itupun kemarin terjadi pula, kenapa saya berharap adanya koreksi? karena koreksi itu akan menjadi salah satu perjalanan yang sehat lebih lanjut buat IHSG. Kita sudah sering melihat bahwa tidak pernah ada suatu perjalanan Index di bursa manapun atau suatu harga saham apapun yang tidak pernah mengalami penurunan / koreksi, karena ini memang kebiasaan yang sudah sering terjadi.

Setelah 8 harti berturut2 IHSG naik terus maka dalam 2 hari terakhir kemarin mengalami koreksi diposisi hari Selasa 8 Maret menjadi 4811. Apakah penutrunan IHSG ini akan berlanjut kembali hari ini? tentu bisa ya atau tidak. Tetapi saya pribadi tidak terlalu khawatir dengan koreksi ini karena ini merupakan koreksi yang sehat. Saya masih punya prediksi IHSG bisa menguat kembali walaupun dalam kekuatan terbatas.

Dari dalam negeri sendiri belum ada sentimen negarif, bahkan cadangan devisa kita juga bertambahsekitar $ 2 M menjadi $ 104 M dimana sebagai pelengkap data positif lainnya seperti penurunan BI Rate, terjadinya deflasi, rupiah yang menguat dan kembali masuknya invetasi asing di pasar saham. Sehingga dengan data tersebut rasanya justru menjadikan saya optimis bahwa IHSG akan kembali reboun setelah fase koreksi.

Melihat harga minyak kembali naik ke level $38, maka diantara saham pilihan saya dalam ulasan kemarin seperti ELSA, INDY, MEDC, PTRO dan PGAS punya potensi melanjutkan laju kenaikannya. Sekalipun dalam beberapa hari terakhir sudah naik cukup tinggi tetapi menurut saya harga saham2 tersebit masih sangat rendah jika dibandingkan dengan setahun yang lalu. Mereka dulu jatuh katena minyak sehingga mereka akan bangun dan locat lagi juga karena minyak.

Jika sudah berniat untuk trading saham2 sektor pertambangan khususnya minyak maka gunakan satu mata kita di monitor harga saham dan satu mata lagi melirik harga minyak di pasar dunia karena keduanya mempunyai "hubungan"  yang sangat erat artinya pergerakkan harganya searah.

Bagaimana pengaruh gerhana matahari terhadap pasar saham?? dengan segala hormat saya pribadi belum bisa menghubungkan korelasi keduanya hehee sehingga saya lebih percaya dengan logika yang lebih bisa terima seperti makro ekonomi, sektoral, fundamental dan teknikal.

Terima kasih kepada teman2 kepada komunitas Investa yang tgl.8 dan 9 Maret kemarin ngopi bareng dengan saya di Jakarta semoga dikesempatan lain kita bisa sharing lagi yang kami rencanakan bulan April untuk bikin acara pelatihan di Jakarta dan Surabaya. 

Salam,

INVESTA
Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

3/07/2016

JANGAN BIARKAN PROFIT HANYA DIATAS KERTAS

Para Komunitas Investa, Nasabah2 BNI Securities semarang dan Pembaca yang budiman,

Kejadian  yang luar biasa  bahwa IHSG dalam 8 hari bursa berturut2 mengalami kenaikkan sejak tgl.23 Pebruari 4654 sd 4 Maret kemarin menjadi 4850 atau naik 4,2%. Biasanya salah satu pendekatan saya dengan jurus 4 artinya kalau 4 hari berturut2 naik terus atau sebaliknya turun turus biasanya hari ke 5 akan menjadi berbalik. Namun kali ini saya pun salah prediksi walau tidak sampai merugikan karena saya sudah tidak terlalu bergantung IHSG tetapi lebih konsen kepemilihan saham dan "time to buy and time to sell" .

Saya kira wajar kalau IHSG terus menannjak mengingat data yang ada semuanya positif mulai dari Rupiah yang menguat, terjadi Deflasi, posisi investor asing yang Net Buy, dan Suku bunga yang cenderung turun setelah dimulai dari penurunan BI Rate. Sehingga penguatan IHSG ini memang punya dasar fundamental yang baik.

Pada tulisan saya terakhir tgl.29 Pebruari dengan judul PASAR CENDERUNG MENGUAT saya memprediksikan dalam pekan kemarin dikisaran 4700 sd 4810 dan kenyataannya IHSG ditutup 4850 jadi melebihi prediksi saya. Makanya ini sangat luar biasa dan menurut saya punya potensi kembali menguat.
Namun perlu juga diingat bahwa IHSG tidak seperti garis lurus suatu saat pasti akan diikuti koreksi, nah tinggal kapan koreksi itu akan terjadi??

Kalau melihat data2  yang ada seperti tersebut diatas masih ada  kecenderungan IHSG menguat sehingga bila suatu saat terjadi Koreksi itu menjadi koreksi yang wajar dan sehat yang akan menjadikan pijakkan IHSG unuk naik lebih tinggi.
Tentu jika tidak ada berita2 yang negatif dari dalam maupun nluar negeri yang sangat signifikan yang bisa mempengaruhi laju IHSG.

Buat para trader yang meyakini bahwa akan terjadinya koreksi sehat bisa mulai memperhatikan dan menunggu dengan sabar untuk mulai belanja ketika koreksi itu terjadi. Saya kira bila terjadi koreksi itu adalah koreksi sesaat yang punya potensi kembali menguat, jadi merupakan "kesempatan" untuk belanja.
Bagaimana kalau kita punya posisi portofolio yang banyak? kalau kita berpikir sebagai trader maka kita bisa Take Profit dulu jika kita merasa keuntungan sudah diatas target. Tetapi jika kita perpikir sebagai investor maka silahkan Hold dan jangan panik ketika koreksi terjadi.

Mana yang terbaik berpikir sebagai trader atau invetor ?? itu tergantung pada pilihan dan kebiasaan kita,  karena tentu masing strategi trader dan investor punya kelemahan dan keuunggulan masing2..
Satu alternatif dalam memanfaatkan pasar yang cenderung menguat adalah kita bisa "menukarkan" saham2 dalam porto kita yang kurang berprestasi selama ini ke saham2 yang punya kinerja dan prospek yang lebih baik. Apa lagi saat ini mulai banyak Laporan Keuangan akhir th.2015 yang sudah mulai di publikasi. Kita bisa mencari perusahaan2 terbaik dengan membandingkan dengan harga sahamnya saat ini.

Munngkin diantara kita masih menyimpan saham2 yang tidur dan tidak menghasilkan, ini kesempatan untuk menukar saham lain yang mau diajak cari rejeki. Jangan ingat harga belinya karena membuat kita tidak sampai hati tetapi anggap kita sedang tukar kepemilikkan perusahaan yang lebih bagus dan punya prospek,

Akhir pekan kemarin saya melirik data2 eksternal cukup bagus mulai harga minyak dunia yang sudah mencapai $35,92 DOW yang kembali menembus 17000 didukung data tenaga kerja yang cukup bagus serta bursa global yang juga menguat, maka ada kemungkinan IHSG masih akan terdorong naik. meski agak rawan koreksi secara teknikal. 
Prediksi saya dalam pekan ini IHSG akan dikisaran 4800 sd 4900  Adapun saham2 yang mungkin saya buat trading pekan ini adalah ELSA, KAEF, KIJA, SMGR, INDY, DSFI, PGAS, INCO, CTRA, dan CPIN.

Sekalipun masa panen tiba tapi harus ingat bahwa kita tidak boleh terlalu tamak karena semua ada batasnya jangan sampai mengejar layang2 putus dan profit hanya diatas kertas.

Salam,

INVESTA
Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

3/02/2016

TELE follow ERAA


2/29/2016

PASAR CENDERUNG MENGUAT

Para Komunitas Investa, Nasabah2 BNI Securities semarang dan Pembaca yang budiman,

Sepekan kemarin IHSG ditutup menguat 0,76% dan berhasil menembus 4700 diposisi 4733. Dorongan saham2 Blue Chip seperti ASII, UNVR, HMSP, BBRI, GGRM, BBCA, ITMG dan TLKM membuat IHSG perkasa sepanjang akhir pekan
dengan naik 1,6%. Memang bobot IHSG lebih ditentukan oleh saham2 BC yang mempunyai kapitalisasi besar, sehingga banyaknya saham yang naik atau turun bukan mutlak ukuran suatu IHSG. Makanya jangan heran kalau IHSG naik tapi saham yang kita pegang turun atau sebaliknya, dan kalau boleh memilih tentu kita akan memilih saham kita yang naik meskipun IHSG turun.

Sepertinya fokus investor masih menyoroti tentang harga minyak dunia, kebijakan suku bunga perbankan dalam negeri, dan kinerja Emiten melalui Laporan Keuangan akhir Desember 2015 yang dirilis akhir2 ini. Beberapa emiten besar nampak mengalami penurunan Laba yang cukup besar termasuk grup Astra yang selama ini menjadi salah satu emiten besar di BEI. Nampaknya kinerja beberapa emiten memang sangat terpengaruh oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi th. 2015 baik global maupun internal  negara kita.

Rencana penurunan NIM Perbankan masih menjadi pembicaraan banyak investor, khawatir kinerja Bank akan menurun?? saya kira perlu dipahami pengertian NIM dulu lebih detail dimana NIM ini kan selisih antara beaya dana dan bunga kredit, kalau bunga kredit diturunkan tetapi beaya dananya juga turun tidak masalah bukan?? Apalagi jika Bank2 mampu menggenjot ekspansi kreditnya dengan bunga yang relatif lebih rendah maka sebaliknya pendapatan  bisa lebih produktif bahkan dengan tingkat NPL yang lebih kecil.

Satu lagi dari sisi positifnya yaitu rencana BI menurunkan GWM yaitu jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank yang wajib disimpan di BI akan diturunkan, itu artinya Likuiditas Perbankan akan bertambah besar yang bisa digunakan untuk mendukung ekspansi kreditnya. Jadi saya kira tidak perlu  berlebihan menanggapi penurunan NIM ini.

Teori sendiri telah mengatakan bahwa jika suku bunga rendah maka pasar modal akan menguat, logik sekali karena bagi pihak2 yang ingin mendapatkan hasil investasi yang relatif lebih tinggi akan mengalihkannya ke instrumen pasar modal seperti saham dan obligasi. Bahkan saat ini beberapa Dana Pensiun besar telah mulai mengalokasikan dana kelolaan mereka dari deposito ke saham dan obligasi termasuk SBN 

Biasanya Dana Pensiun dan insatansi2 pengelola dana mempuyai pilihan pertama di saham2 Blue Chip papan atas untuk pertimbangan faktor resiko yang kecil dan hasil yang moderat. Maka saya tidak heran kalau saham2 BC kemarin mulai diborong kembali oleh investor.

Dalam sepekan kedepan ini saya akan memilih trading pendek dengan tetap  mengacu target hasil harian yang telah saya tetapkan dengan mempertimbangkan faktor2 lain. Seperti biasa saya tidak saja konsen ke saham BC tetapi juga saham lapis dua yang mempunyai fundamental dan prospek bagus kedepan. Konsen untuk pekan ini antara lain SMGR, INCO, ADRO, WTON, SSIA, KIJA, PPRO, CPIN, ADHI.    

Prediksi IHSG pekan ini antara 4700 sd 4810 sehingga kesimpulan saya lebih optimis pasar akan lebih baik pada pekan ini.

Salam 

INVESTA
Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

2/25/2016

PERGANTIAN FOKUS PENGGERAK BURSA

Para pembaca dan nasabah2 BNI Securities Semarang yang budiman,

Permainan Roller Coaster di Bursa masih berlanjut, naik turun secara harian yang agresif masih berlanjut, demikian pula beberapa harga saham. Pagi turun sore naik atau sebaliknya biasa terjadi saat ini mengikuti perkembangan faktor lain seperti harga komoditas maupun informasi lain yang bisa sering berubah saat ini. Hal ini memang sudah berjalan beberapa saat jadi kita sebgai trader saham  dituntut untuk menyesuaikan diri dalam gaya trading  dengan kondisi pasarnya.

Kecepatan mengambil keputusan untuk melakukan eksekusi baik beli atau jual terhadap saham2 pilihan sangatlah penting karena begitu kita terlambat lewatlah sudah peluang yang ada. Gaya trading cepat nampaknya lebih tepat diberlakukan sementara ini karena perubahan faktor lain yang mempunyai pengaruh terhadap gerak IHSG maupun harga2 saham tertentu.

Perkembanghan harga minyak misalnya saat ini sedang menjadi fokus pelaku pasar dan bahkan punya pengaruh terhadap bursa global. Hal ini seperti beberapa waktu lalu ketika pelaku pasar fokus menunggu kepastian kenaikan suku bunga FED. Memang setiap saat akan terjadi perubahan fokus yang punya pengaruh signifikan terhadap bursa. Jadi sebagai trader kita tidak bisa hanya duduk manis menanti keberuntungan saja, tetapi harus secara paralel mengikuti perkembangan yang ada seperti harga minyak dunia, emas, nilai US Dollar atau informasi lain baik dari eksternal maupun intrernal.

Semalam harga minyak mentah dunia (WTI)  kembali bergerak volatile, setelah mengalami penurunan tajam pada pembukaan perdagangan ternyata ditutup kembali menguat lebih 1% dilevel $32,22 dikarenakan permintaan minyak AS lebih tinggi.  Kondisi ini berpengaruh terhadap DOW yang sepanjang perdagangan dijalur merah tetapi ditutup naik 0,32% mengikuti harga minyaknya. 

Bagaimana kondisi IHSG kita dalam dua hari ini? Nampaknya juga masih volatilitas seperti hari kemarin yang dalam satu hari bisa bergerak antara jalur merah dan hijau. Saham2 seperti ELSA, BWPT, PGAS, INCO, SMGR, ADRO, ANTM, INAF dan PPRO nampaknya akan bergerak aktif dengan ring yang cukup lebar anatra 1% sd 3%. Ini bisa menjadi peluang trading jika kita bisa memanfaatkan pergerakkan harga, tetapi jika salah dalam mengambil keputusan bisa menjadi sakit gigi dan mual2 he..hee.

Ingat juga bukan hanya faktor Fundamental dan Teknikal saja yang mempengaruhi pergerakkan saham tetapi masih ada beberapa faktor lain yang juga bisa "menggerakkan" hara saham, seperti bandar2 besar dengan tujuan tertentu sehingga bisa membuat harga bergerak tidak sesuai teori yang ada. Untuk itulah kenali, pahami dan baru kita action lebih lanjut.

Salam, 

INVESTA
Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

2/22/2016

NIM TURUN OTOMATIS LABA BANK TERGERUS??

Para Pembaca dan Nasabah BNI Securities Semarang yang budiman,

Sebagaimana yang ditunggu tunggu dan diharapkan pekan lalu Bank Indonesia telah menurunkan BI Rate menjadi 7% atau turun 0,25%. Penurunan  ini sudah sesuai ekspektasi pelaku pasar, tetapi kenapa IHSG malah turun? Sebagaimana yang sering terjadi di pasar dengan istilah "Buy stock on the rumor, Sell on the News" dimana pembelian dilakukan ketika ada rumor tetapi justru penjualan dilakukan ketika rumor tersebut sudah menjadi kenyataan.

Akhir pekan lalu memang penurunan IHSG banyak dimotori  oleh turunnya harga saham2 Perbankan antara 2% sd 6% dan itu terjadi pada Bank2 papan atas yang mempunyai Kapitalisasi besar seperti BBNI, BBRI, BMRI, BDMN  dan BBCA.
Penurunan BI Rate sebenarnya bagus untuk dunia usaha terutama disektor riel karena penurunan bunga kredit akan membuat beaya bunga yang ditanggung oleh debitur akan lebih ringan. 

Pemerintah memang berencana  menurunkan tingkat suku bunga menjadi Single Digit atau dibawah 10% karena Indonesia menjadi negara tertinggi suku bunga kreditnya di ASEAN, Malaysia, Singapura dan Thailan dibawah 10% sedangkan Indonesia lebih 12%. Untuk menurunkan suku bunga kredit tentu terlebih dulu harus menurunkan bunga dana seperti deposito. Saya kira ini sudah benar langkahnya dimana nanti Pemerintah, BI dan OJK akan menerapkan dalam peraturan secara bertahap.

Bukan hanya itu Pemerintah, BI dan OJK akan mengatur juga Net Interst Margin (NIM) yaitu komponen pendapatan utama Bank. Bahkan Menteri BUMN menginginkan NIM Bank BUMN bisa turun menjadi 3%. Untuk  menuju bunga kredit turun maka BUMN juga  mesti bersedia menerimana bunga depositonya turun pula.
   
Bagaimana investor melihatnya?? adakah yang salah?  Mungkin cara berpikir sebagian investor begini, karena NIM Bank turun maka akan menurunkan Laba Bank2 sehingga wajar jika harga saham Bank menyesuaikan turun.
Penyebab lain yaitu ada kemungkinan Investor asing yang semula happy dengan mendapatkan bunga deposito atas dananya yang disimpan di Bank2 yang berada di Indonesia yang biasa tinggi kedepan harus berkurang penerimaan bunganya. Dengan demikian investor asing sementara melakukan net sell terutama dari saham2 perbankan.

Kalau saya boleh berpendapat kebijakan penurunan suku bunga ini sudah benar karena dalam jangka panjang suku bunga yang murah akan mendorong dunia usaha menjadi tumbuh. Mereka pemilik dana berusaha melakukan investasi dibidang lain yang semula hanya menyimpan di Bank.Pengusaha yang mempunyai kredit Bank akan membayar bunga kredit yang lebih murah sehingga keuntungan yang diperoleh juga lebih banyak.

Apakah keuntungan Bank akan turun dengan NIM yang rendah? belum tentu karena dengan bunga kredit yang lebih rendah selain harga pokoknya diperoleh lebih rendah pula, Bank2 akan bisa menyalurkan kreditnya lebih banyak sehingga pendapatan bunga secara kuantitatif juga meningkat. Selain itu Bank2 masih punya pendapatan dari usaha lainnya yang masih dalam lingkup usahanya.
Ini ibarat pedagang yang menurunkan harga jualnya tetapi barang yang dijual akan meningkat lenih banyak  jadi hasilnya toh tidak harus turun bahkan bisa lebih bertambah.

Jadi penurunan harga saham Bank2 yang mempengaruhi IHSG kemarin menurut saya sifatnya sementara dan setelah konsolidasi kedepan saya kira akan normal kembali. Bahkan mungkin juga saham2 emiten lain bisa lebih positif dengan penurunan bunga kradit ini karena rata2 emiten punya hutang Bank dalam struktur pembiayaannya.

Jadi tidak usah terlalu galau menanggapi penurunan saham Bank dan IHSG masih ada pilihan lain bukan??

Salam,

INVESTA
Pin, 2b7dd5ee (wajib ketik "salam investa" setelah invite dan terkonfirmasi)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes