INDONESIA-BLOGGER
iklan banner
iklan banner

6/07/2016

BAGAIMANA MENYIKAPI RIGHT ISSUE / HMETD

Para Komunitas Investa, Nasabah2 BNI Securities Semarang dan pembaca yang budiman.

Akhir2 ini beberapa emiten marak melakukan RIGHT ISSUE / HMETD. Tujuannya emiten2 tersebut bermaksud menambah MODAL dengan mendahulkan kepada Pemegang saham lama untuk ikut menyetorkan tambahan modalnya ke Perusahaan. Beberapa emiten yang akhir2 ini melakukan Right Issue adalah PT.Bank Yudha Bakti (BBYB), PT XL AXIATA dan PT.Bank Permata (BNLI).

Karena Right (HMETD) itu merupakan HAK bagi pemegang saham lama maka keputusan untuk menggunakan Hak tersebut sepenuhnya ada di Pamegang saham. Pemegang saham akan "menebus"  (Exercise) atau tidak itu bebas2 saja karena masing2 tentu punya konsekuensi masing2.
Jika pemegang saham TIDAK menggunakan Haknya tersebut konsekuensinya mereka kepemilikan sahamanya akan TERDILUSI secara persentase (%) atau berkurang.

Yang penting bagi pemegang saham itu adalah pertimbangan atau analisa apakah akan melakukan penebusan atau tidak. Pertimbangan tersebut  antara lain bisa melihat: Pertama, lihat TUJUAN emiten  melakukan Aksi Korporasi dengan menerbitkan Right Issue tersebut, tujuannya ini misalnya untuk ekspansi usaha, untuk membeli aktiva atau peralatan, untuk mengakuisisi atau diakuisisi perusahaan lain atau untuk membayar Hutang Perusahaan.

Dari tujuan emiten tersebut yang tentu di sebutkan baik dalam RUPSLB maupun dalam Prospektus maka pemegang saham dapat menganalisa apakah tujuan tersebut bisa membuat perusahaan mengalami pertumbuhan dan mencetak laba kedepannya atau tidak.

Pertimbangan kedua adalah HARGA penebusan saham baru dan rationya, apakah harganya diatas atau dibawah harga pasar yang berlaku saat ini. Seperti diketahui biasanya setiap Right Issue maka ada pihak lain yang dinamakan Standby buyer (pembeli siaga) yang kewajibannya adalah membeli Saham baru sisa Right Issue yang TIDAK digunakan Hak nya oleh pemegang sahamnya.
Misalnya emieten akan menerbitkan 1 milyar lembar saham baru tapi yang melakukan penebusan hanya 800 juta lembar maka sisanya yang 200 juta lembar wajib dibeli oleh standby buyernya.

Antara emiten dan standy buyer sudah terjalin kontrak bersama dimana standby buyer akan mendapatkan fee dari emiten atas jasa2 yang diberikan tersebut. (jadi mirip2 penjamin emisi dalam rangka IPO).
Disinilah sebenarnya pentingnya pemegang saham menyikapi aksi korporasi satu right issue, karena berpotensi mendapatkan keuntungan signifikan kalau pertimbangannya tepat atau sebaliknya berpotensi loss jika salah keputusannya.

Bagaimana kiatnya menyikapi hal tersebut supaya resiko terukur dan hasilnya diharapkan bisa didapat kedepan.??
Salah satu strateginya jika saya sebagai pemegang saham yang memperoleh Right (gratis) dan optimis dengan masa depan emiten setelah Right. Maka dengan tujuan memperkecil resiiko maka saya akan MENJUAL Right yang saya peroleh secara gratis dari emiten pada harga terbaik atau bisa dilakukan hari terakhir masa perdagangan Right. Dan jika harga sahamnya dipasar mendekati harga tebusnya atau dibawahnya maka lebih baik saya membeli saham nya saja di PASAR dari pada melalui penebusan Right.

Bagaimana dengan Right BNLI ? Dengan harga pelaksanaa Rp.526,- per saham sementara harga pasar terakhir tgl.6 Juni 2016 adalah Rp.565,-  Saya akan menunggu sampai batas akhir perdagangan rightnya tgl.8 Juni, jika harga sahamnya mendekati Rp.526 atau dibawahnya maka saya akan MEMBELI Sahamnya di pasar saja dan menunggu sampai selesai masa penebusan saham terakhir tgl.10 Juni 2016.

Tujuan rightnya untuk PENAMBAHAN MODAL INTI disamping saya mempertimbangankan pihak Standby buyernya yang cukup dikenal baik yaitu ASTRA dan Standard Chartered Bank. Mereka tentu lebih tau tentang kinerja BNLI terutama setelah penambahan modal baru. Sehingga jika harga ditekan nanti bisa jadi sifatnya sementara karena justru si pembeli siaganya akan menkoleksi right dari investor ritel untuk selanjutnya dibeli sendiri.
Maka dengan pertimbangan tersebut saya memutuskan TIDAK membeli Rightnya tapi lebih baik membeli saham BNLI jika mendekati Rp.526,-.

Ulasan ini hanya sebagai bahan bacaan dan kajian teman2 investor agar lebih memahami tentang Aksi korporasi.  
Kesimpulannya perhatikan TUJUAN, HARGA dan STANDBY BUYER setiap penerbitan RIGHT ISSUE / HMETD.

Salam,

INVESTA
Pin 2b7dd5ee
WA.087700085334

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes