INDONESIA-BLOGGER
iklan banner
iklan banner

8/26/2016

MENATA PORTO YANG IDEAL

Para Komunitas investa, para Nasabah BNI Securities Semarang dan para pembaca yang budiman,

Sebagaimana pernah saya sampaikan bahwa "sementara" ini IHSG tidak banyak tepengaruh dengan indeks bursa global maupun regional. Kemarin dimana bursa regional memerah tetapi IHSG naik 0,9% demikian pula ketika bursa regional sedang naik tetapi IHSG justru turun. Jadi untuk sementara ini saya tidak banyak memikirkan apakah indek bursa regional plus atau minus namun lebih fokus dengan bagaimana menemukan saham pilihan untuk trading harian atau bulanan.

Saya juga melakukan "perpindahan" dari saham satu ke saham lain khususnya untuk trading harian namun dengan membatasi jumlah sahamnya, saya konsisten memegang 6 jenis saham untuk mengisi portofolio, sehingga bila saya ada pandangan saham lain yang menarik untuk dibeli maka saya mesti menjual salah satu saham yang ada dulu. Hal tersebut saya maksudkan agar saya lebih fokus dengan portofolio yang ada dan bisa mengikuti pergerakkan masing2 sahamnya.

Sekedar sharing pengalaman bagi teman2 trader lain yang memegang lebih dari 15 saham dalam portofolionya ternayta rata2 hanya 5 sampai 6 saham juga yang bisa menghasilkan "potensial gain" sdangkan sisanya "potensial loss". Artinya bagi kita investor perorangan ini punya batasan kemampuan dalam pengamatan dan analisa atas saham2 yang ada. Pilihan sebenarnya cukup banyak karena di BEI ada sekitar 530 jenis saham, tetapi kita harus menyesuaiakan kemampuan diri untuk memilih guna mengisi portofolio kita.

Kitapun juga maklum kalau dari porto yang ada ada diantaranya ada yang potensial loss alias harga sedang turun asal tidak lebih dari sepertiga dari jumlah portofolio kita dan secara menyeluruh masih surplus nilai porto kita tentunya.
Perlu sekali kita berusaha "menata" portofolio ketingkat yang ideal agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal, secara sederhana artinya kita sudah melakukan apa yang dinamakan management portofolio.
Seperti yang saya sampaikan dalam kesempatan pelatihan investor beberapa waktu lalu jadilah Manajer Investasi untuk diri sendiri.

Sekedar tau saja bahwa sekali waktu saya juga "uji nyali" dengan nekad melakukan trading2 saham yang punya volatilitas tinggi dan berbau gorengan.
Namun bukan asal2an, trading harus tetap dengan perhitungan apalagi nekad di saham gorengan yang beresiko tinggi. Saya tidak pernah meninggalkan Fundamental suatu saham sehingga ketika saya mencoba trading saham gorenganpun tetap saya kaji dulu Fundamental saham tersebut.

Sebagai contoh konkrit saya kemarin trading di saham INPC yang mungkin sudah banyak yang tau bahwa ini termasuk jenis saham gorengan, namun saham ini adalah saham Bank yang juga sudah cukup lama beroperasi dan Fundamentalnyapun tidak terlalu buruk tetapi sebaliknya tetap punya prospek yang baik. Sebagai saham Bank rasanya juga sudah tertinggal dibandingkan dengan saham Bank lain sekelasnya, sehingga resiko terburuk adalah harganya akan kembali dibawah 100 denagn tingkat support di 90, tetapi potensi jika kedepan bisa bergerak keatas bukan tidak mungkin bisa mencapai 150.
Semua saya ukur resikonya terlebih dahulu baru tingkat hasil yang diharapkan.

Saham lain yang saya perhatikan adalah ELSA, ADRO, SMCB untuk trading jangka pendek sementara sambil menunggu DMAS, ACES dan BBKP yang masuk durasi dua bulan untuk mencapai target masing2. Atas saham DMAS tersebut  saya bermaksdud melakukan avarage down pada harga dan saat yang tepat.

Selamat trading semoga selalu mendapatkan yang terbaik, amin.

Salam

Hari Prabowo ( INVESTA )
WA.087700085334
Pin 2b7dd5ee

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes