INDONESIA-BLOGGER
iklan banner
iklan banner

10/21/2015

when to buy?, and when to sell?

Ada seorang teman bertanya kepada penulis, ia masih pemula, bagaimana cara trading ? dahulunya ia hanya berdasarkan feeling dan berita membeli produk produk investasi seperti emas, USD dollar, dan Yuan, waktu ia bertanya kepada penulis ketika itu USD dollar menembus angka 14.000, penulis menjawab sekenanya mengibaratkan usaha restoran nasi padang yang pernah penulis ceritakan, ya..... tentang fenomena Break New High yang pernah penulis posting, penulis menyarankan ia untuk membeli USD dollar ketika menembus angka psikologis 14 ribu, tapi rupanya ia tidak berani,  karena merasa kemahalan, ia lalu bertanya kalau membeli harus dijual di harga berapa nantinya? penulis memberikan target yang  tidak muluk muluk "diatas 14.300" sahut penulis, waktu berselang penulis bertanya lagi kepada teman penulis, "jadi gak beli USDnya?", "gak jadi pak gak berani" jawabnya, selang tidak berapa lama USD dollar menembus angka 14.500 dan kemudian bertenger di angka 14.700.
Beberapa hari kemudian, penulis bertemu kembali dengan teman penulis, kemudian ia menceritakan ia membeli banyak USD di harga 14.700, karena ia berharap USD akan menanjak di atas level 15.000, penulis bertanya kepada dia, " Lho koq? 14.000 tidak berani beli koq sekarang 14.700 berani dibeli pak? , keesokan harinya USD turun tajam ke level 13.400, dan akhirnya bisa ditebak, ...nyangkut deh.


Dari kejadian di atas, dapat disimpulkan betapa pentingnya kita mempunyai pedoman kapan kita membeli dan kapan kita harus menjual untuk merealisasikan keuntungan, pedoman itu dapat kita dapatkan dalam analisa Teknikal, jadi kita tidak akan terperangkap dalam kebingungan, dan kebimbangan, seperti kata pak Santo Vibby , when to buy and when to sell.


Bila anda seorang pemula dalam bertansaksi saham, jangka waktu 1 sampai 2 tahun pasti anda akan didera oleh kerugian-kerugian dalam bertansaksi saham, ini adalah suatu hal yang wajar dan lumrah, karena anda masih mencari cari gaya trading yang cocok dengan anda, seperti yang penulis dahulu juga alami , he...he...he,  transaksi jual beli saham baiknya anda berpatokan kepada IHSG, berapa return IHSG kala itu, bila trading anda tidak mampu mengalahkan IHSG, atau produk produk reksadana saham atau unit link yang berbasiskan equity berarti cara trading anda masih belum benar bila tidak ingin dikatakan gagal, karena untuk apa anda capai-capai memlototi running trade dan menghabiskan waktu seharian di depan monitor, kalau ternyata hasil trading anda adalah sama atau mungkin kurang dari return IHSG, yang lebih parah anda rugi, malah untuk yang lebih advance  return anda harus melebihi return reksadana saham terbaik pilihan majalah investor atau kontan, karena bilamana tidak, anda lebih baik membonceng saja reksadana pilihan tersebut, tul kan?


Berdasarkan data statistik hanyalah 2 dari seratus orang  yang bertahan trading saham, 98 (dari 100)  lainya mundur dan menyerah dalam berdagang saham, pada akhirnya anda akan tahu, apakah anda  termasuk yang  98 orang atau yang  2 orang  yang bertahan? saya berharap anda yang 2 orang itu..he..he..


Sekarang baiknya bagaimana cara untuk berinvestasi saham bila anda seorang pemula?, penulis menyarankan anda membeli saham untuk investasi dalam porsi yang lebih besar misalkan 70%, dan sisanya 30% untuk trading, nantinya anda dapat bandingkan, mana yang memperoleh return yang lebih besar, gaya trading model investasi tentunya lebih mudah, anda hanya harus mempelajari analisa  fundamental, dan mencermati laporan keuangan kuartalan, ini lebih mudah, karena anda cukup meluangkan waktu melihat laporan keuangan emiten tiap kuartal, bertumbuh, masih laba, atau rugi.


Yang lebih sulit adalah trading saham, karena disamping memboroskan waktu, anda harus mempelajari ilmu-ilmu aneh macam Teknikal analisis, bandarmologi, dan seni  membaca bid offer (tape reading), ilmu ini akan mencapai tahap hampir-hampir sempurna bila anda sudah mempunyai jam terbang diatas 5 tahun, ya... 5 tahun, karena pada hakekatnya ilmu-ilmu ini tidak mudah dipelajari, anda harus melakukan try and error untuk mengetes model trading yang terbaik untuk memeroleh return maksimal, ini tentu saja memerlukan waktu dan modal yang tidak sedikit.


Bila anda ingin lebih cepat mempelajari, ada hal yang lebih singkat tidak harus menunggu sampai 5 tahun, apa itu? salah satunya bertanya kepada yang lebih senior, ya.......... bertanya kepada  kepada yang sudah berpengalaman trading, ini akan mempersingkat waktu anda belajar , tentu saja bertanya kepada senior yang  jujur , karena sang senior tentunya sudah melakukan try tes mode-model tradingnya, sang junior hanya perlu mengetes model-model trading yang sudah diciptakan oleh sang senior, bilamana dirasakan cocok dapat selanjutnya digunakan dan disempurnakan dengan masing masing karakter si junior.


Anda masih berminat untuk trading ? , trading saham yang pada akhirnya mengalahkan IHSG?


bila ada sesuatu yang akan ditanyakan, atau anda berminat belajar lebih dalam tentang ilmu teknikal analis, anda dapat menghubungi penulis di BBM penulis PIN 7D66751D dan email penulis  Kwartisah@gmail.com
salam cuan

Keneisha

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes